Bentuk Karakter Melalui Kegiatan Amaliyah Ramadhan

Amaliyah Ramadhan merupakan kegiatan keagamaan yang diadakan di sekolah pada saat bulan suci Ramadhan. Peran serta amaliyah Ramadhan dalam membentuk watak dan karakter yang baik bagi siswa.

CITIZEN REPORTER

Oleh : SUCI UMRAH – (Siswi SMKN Bungoro Pangkep)

Mengajarkan kepada mereka hal-hal yang berhubungan dan bertentangan dengan Islam, serta dapat melihat sejauh mana pengetahuan dan pemahaman tentang Islam. Bahkan amaliyah Ramdhan tidak hanya untuk peserta didik saja, tetapi bagaimana seorang pendidik pun memahami dan mengerti manfaat dari kegiatan tersebut.

Salah satu SMP di Kecamatan Pangkajene yang terus intens melaksanakan kegiatan amaliyah Ramadhan di sekolah adalah SMPN 1 Pangkajene. Bahkan pihak dari SMPN 1 Pangkep mendatangkan tenaga pengajar dari Pesantren Modern Immim Putra Makassar, di mana kedua belah pihak telah bekerja sama sebelumnya.

Hal tersebut membuat para siswa sangat antusias dalam hal mengikuti pesantren. Salah satunya adalah Sri Islamiyah Putri Abidin yang mewakili rekan-rekannya sekaligus Ketua OSIS di SMPN 1 Pangkajene mengakui, selama pelaksanaan pesantren, para pemateri membawakan materi dengan baik dan lebih mudah dimengerti. “Saya pun mendapatkan pelajaran baru tentang agama serta lebih mengetahui tentang ibadah, tajwid, fiqih taharah, dan lainnya,” katanya. Baca tulisan ini lebih lanjut

Dapat Remisi Bebas, Berniat Lanjut Sekolah

Makassar-FP

Jika pada 17 Agustus lalu semua orang gembira merayakan kemerdekaan RI ke 65, tapi Viksan (15) lebih dari rasa itu. Siang itu, wajahnya terus memancarkan sinar kebahagiaan. Selain merayakan kemerdekaan bangsa ini, ia juga merayakan “kemerdekaan” bagi dirinya.

Viksan merasa sangat gembira lantaran bisa menghirup udara bebas dari Lapas Klas I Makassar setelah mendapat remisi bebas dari Kementerian Hukum dan HAM. Penyerahan remisi oleh Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo bersama dengan para napi lainnya yang menerima remisi. “Perasaan saya bahagia menghirup udara bebas,” katanya kepada FP.

Remaja 15 tahun ini mengaku, menjalani masa tahanan selama tujuh bulan atas kasus perkelahian. Selama di Lapas, banyak kegiatan yang ia lakukan. Diantaranya pesantren dan latihan dasar kepemimpinan.

namun bagaimana dengan pendidikan selama di tahanan? Viksan mengaku tidak mendapatkannya. Pasalnya, jenjang pendidikan yang ada di Lapas itu hanya tingkat sekolah dasar saja. Sedangkan Viksan saat itu sudah duduk di bangku SMP.

“Mungkin setelah bebas dari tahanan ini, saya berniat lanjut sekolah lagi. Seharusnya saya sudah kelas satu SMA, jadi mungkin saya akan ikut ujian susulan,” ujar warga Jl Daeng Sirua Makassar ini. (anto_jurnalis@yahoo.co.id)

Pabokori Minta Anak Berkebutuhan Khusus Diperhatikan

Makassar-FP

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel, Patabai Pabokori mengharapkan para bupati agar memberikan perhatian khusus terhadap pendidikan inklusi di Sulsel. Terutama dalam masalah anggaran, Kadis meminta agar para pengambil kebijakan di daerah dapat memasukkannya ke anggaran APBD.

Pernyataan Kadis tersebut memang beralasan. Pasalnya, sejumlah daerah di Sulsel belum mencanangkan pendidikan yang diperuntukkan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) tersebut. Bahkan, masih ada bupati yang belum tahu dan memahami apa pendidikan inklusi itu. Hal tersebut dikatakan Pabokori saat ditemui di Lapas Klas I Makassar ketika berkunjung bersama rombongan Gubernur dalam rangkaian pemberian remisi kepada tahanan, 17 Agustus lalu.

“Semua warga negara berhak mendapatkan pendidikan. Jadi tidak ada pengecualian, orang yang cacat pun yang berkelainan harus mendapatkan perhatian,” ujar Kadis.

Kadis mengambil perbandingan di Kabupaten Enrekang yang telah menetapkan anggaran pendidikan inklusi ke dalam APBD. “Kalau bupatinya komitmennya besar di bidang pendidikan, saya rasa itu bukan hal yang sulit untuk dilaksanakan,” katanya. (anto_jurnalis@yahoo.co.id)

SMAN 15 Makassar Adakan Porseni

* Rangkaikan Penyuluhan Pergaulan Bebas dan Narkoba

MAKASSAR-FP, Dalam rangka memperingati hari kemerdekaan 17 Agustus, SMAN 15 Makassar menyelenggarakan porseni antar kelas. Porseni ini diadakan di kampus SMAN 15 Makassar pada 2-7 Agustus.

“Kami menyelenggarakan porseni dua kali dalam setahun, yakni pada akhir semester setelah ujian selesai dan untuk memperingati hari kemerdekaan Indonesia. Untuk porseni yang dilakukan di akhir semester bertujuan guna mengisi waktu kosong para siswa sesudah ujian untuk menerima rapor. Sedangkan, untuk mengisi hal-hal yang positif di hari kemerdekaan, maka diadakan porseni lagi,” tutur Dahlia Kusuma W, Pembina OSIS SMAN 15 Makassar.

Kegiatan Porseni kali ini mempertandingkan 16 cabang yang terbagi menjadi tiga bagian, yakni olahraga, seni dan pengetahuan umum. Selain itu, menurut Muh. Fahri, Ketua Panitia Porseni, tujuan diadakannya porseni ini guna mencari bibit-bibit baru dibidang olahraga dan untuk mengembangkan kreatifitas siswa. Karena kegiatan Porseni ini merupakan kegiatan program kerja tahunan dari OSIS.

Selain kegiatan porseni, SMAN 15 Makassar juga mengadakan kegiatan penyuluhan tentang pergaulan bebas dan Narkoba. Kegiatan penyuluhan ini terselenggara berkat kerja sama dengan Yayasan Matepe.

Menurut Armin Amri, S.Pd, MM, Humas SMAN 15 Makassar, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dasar kepada siswa tentang bahaya Narkoba dan HIV AIDS.

Sementara yang memberikan penyuluhan ini, yakni Aipda Riswan, Kanis Reskrim Polsekta Biringkanaya dan Dr Hadarati, Kepala PKM Ujung Pandang Baru. “Sangat baik, karena dengan adanya penyuluhan tentang bahaya dan dampak negatif penggunaan Narkoba bagi remaja, kita bisa mencegah lebih dini, sehingga tidak terjerumus dalam penggunaan obat-obatan terlarang,” tutur Fahri. (jef)

Disiplin Bagi Kemajuan Sekolah

STUDENT REPORTING

OLEH : Agnes-Pangkep

Disiplin merupakan salah satu kebutuhan dasar anak. Dalam rangka pembentukan dan pengembangan wataknya secara sehat, agar anak dapat secara kreatif dan dinamis mengembangkan hidupnya di kemudian hari. Apabila orang tua mengasihi anaknya maka mereka juga harus mendisiplinkan anaknya.

Apabila guru mengasihi murid-muridnya, maka ia juga harus mendisiplinkan murid-muridnya. Itulah yg menjadi patokan bagi Drs. H. Muh. Akbar Parollei, MM untuk memajukan SMKN 1 bungoro dengan penerapan kedisiplinan. Baca tulisan ini lebih lanjut

Cari Pengakuan, Faktor Remaja Terlibat Pergaulan Negatif

STUDENT REPORTING

Laporan : ILHAM-Pangkep

Remaja merupakan masa dimana peralihan dari masa anak-anak ke masa dewasa. Masa dimana emosinya masih labil yang terkadang rendah dan terkadang tinggi, sehingga timbul perselisihan antara siswa karena keegoisannya. Untuk mencegah dampak emosi yang tinggi dari remaja, maka Dinas Kesehatan Kabupaten Pangkep melaksanakan penyuluhan kesehatan, yang pertama kali dilangsungkan di SMKN 1 Bungoro pada 29 Mei lalu.

Menurut Kepala Puskesmas Bungoro, Dr. Anwar Nuhung, MM, tujuan dilaksanakannya penyuluhan ini supaya siswa dapat mengetahui hal-hal yang dapat merusak dirinya dan menghindarkan remaja dari pergaulan bebas, merokok, minum-minuman keras yang dapat membawa mereka ke jalan yang sesat. Baca tulisan ini lebih lanjut

Guru Timor Leste Belajar Pendidikan Inklusi di Enrekang

Enrekang – FP

Pendidikan inklusi merupakan pendekatan baru yang diterapkan sekolah formal sebagaimana yang diatur dalam peraturan Mendiknas, telah memberikan kesempatan yang sama antara seluruh usia sekolah antara yang normal dengan yang tidak normal. Anak-anak up-normal usia sekolah selama ini selalu dikucilkan di masyarakat, mereka dalam kelompok anak yang memiliki kelainan dalam perkembangan dan pertumbuhan, sehingga kehadirannya dianggap “tak berguna”. Kelompok ini dikenal dengan autis, tuna rungu atau pun bertingkah dalam super nakal.

Hal tersebut disampaikan oleh Helen Keller Indonesia (HKI) USAID saat mendampingi sejumlah guru dari Timor Leste dalam melakukan studi banding di Kab Enrekang. Mereka ingin mengetahui bagaimana mengikutsertakan anak-anak yang berkebutuhan khusus dalam proses pendidikan regular.

Dalam pertemuan yang berlangsung di SD 39 Cakke, Kec Anggeraja, guru dari Timor Leste banyak menggali pengalaman dari guru-guru pendamping (GPK) yang selama ini bertugas mendampingi anak-anak up-normal di TK maupun di SD.

Aristo bersama Anita dari Timor Leste mengatakan, di negaranya anak-anak seperti itu dianggap aib/memalukan jika diketahui oleh orang lain. Menurut Aristo, anak yang seperti itu disembunyikan dalam ruang khusus di rumah dan sangat dirahasiakan karena malu.

Sejumlah guru pendamping dihadirkan oleh KCD Anggeraja, Mardin, S. Pd antara lain Jamiing, pendamping dari SD 15 Kotu, Musdalia dari TK Pertiwi Malua dan Nurmin dari SD 74 Bolog, dan guru lainnya. Nurmin bercerita, salah seorang siswa yang sudah berhasil mengenal huruf dari penderita Autis yang bernama Aksan.

Aksan ikut sekolah selama 2 tahun. Sebelum adanya program dari HKI (pendidikan inklusi), Aksan datang bersekolah tapi tidak terdaftar. Ia hanya dijadikan permainan para guru dan teman-temannya karena yang ditahu hanya bermain bahkan lompat-lompat di atas meja dan suka memanjat.

Setelah adanya program inklusi HKI menjadi nasib yang baik bagi Aksan karena mendapat pembinaan khusus. Alhasil, Aksan yang dulunya “Maddongo-dongo” sekarang telah mengenal huruf. Setiap pekerjaannya selalu mendapat nilai 100. Bukan karena dia pintar tapi merupakan pengharghaan hingga dari waktu ke waktu termotivasi untuk belajar. Semoga Aksan-Aksan yang lain termasuk di Timor Leste dapat sukses dengan pendidikan inklusi.

Sekretaris Diknaspora Kab Enrekang yang memimpin pertemuan tersebut berharap pemerintah segera mempersiapkan pada tingkat SMP dan SMA. Oleh karena pendidikan anak yang berkebutuhan khusus yang telah dibina di TK dan SD tesebut merupakan antisipasi lulusan SD agar mereka dapat mengenyam pendidikan pada jenjang lebih tinggi seperti anak normal lainnya. (her)

SMAN 1 Pangkep Kunjungi Fajar Pendidikan

KETGAM : Para siswa-siswi bersama gurunya saat bertandang ke Fajar Pendidikan lt.4 gedung Graha Pena Makassar (1/5).

Makassar-(FP)

Sebanyak 32 orang siswa dan guru menyambangi redaksi Fajar Pendidikan (FP) di gedung Graha Pena Makassar, Sabtu, 1 Mei lalu. Mereka berasal dari SMAN 1 Pangkep. Rombongan putih abu-abu ini diterima langsung Pemimpin Redaksi Fajar Pendidikan, Nurhayana Kamar.

Guru Bahasa Indonesia, Drs Muh Bakri yang mendampingi rombongan mengatakan, kunjungan ini sehubungan dengan berakhirnya kegiatan Gebyar Kreatifitas Siswa FKIPA Fajar Pendidikan di Pangkep, 25 April lalu. Dimana SMAN 1 Pangkep juga ikut ambil bagian di dalamnya. “Kunjungan ini juga sebagai tugas ekstrakurikuler dan untuk menambah pengetahuan dalam bidang informasi dan teknologi,” katanya.

Para siswa kelas XI IPA II ini mendapat penjelasan tentang koran FP dari pemimpin redaksi. Selain itu, para siswa juga diberikan pengetahuan tentang dunia jurnalistik. “Pulang dari sini, mereka (siswa) akan diberi tugas untuk membuat laporan kunjungan,” kata Muh Bakri. Pemimpin Redaksi FP, Nurhayana juga menambahkan, tulisan terbaik karya siswa tersebut nantinya akan diterbitkan di FP. (sry)

Kresi

Dilukis, 15 menit jadi

Pak Enal : sengaja mengundang beberapa pelukis profesional

Pernahkah anda melihat karya lukis secara langsung ? pasti pernah, dengan torehan kuas dan warna cat yang begitu indah membuat mata yang memandangnya begitu terkagum-kagum. 3 april 2010 tepatnya di benteng Fort Rotterdam, seniman pelukis berkumpul dan membuat sebuah kegiatan melukis yang dimana setiap orang yang ingin dilukis hanya membutuhkan waktu 15 menit waktu pengerjaannya, tentu saja ini bukan hal yang mudah, akan tetapi pelukis senior ini mampu melaksanakannya, “saya sengaja memanggil mereka untuk menguji kemampuan mereka dan kembali mengasa kemampuan mereka,” ungkap Enal salah satu pelukis yang merupakan pelukis yang berdiam di gedung kesenian Fort Rotterdam.

Untuk setiap tarif lukisan bervariatif sesuai dengan tingkat kesukaran melukisnya, akan tetapi tidak membuat kantong kita jadi kosong, karena hargana relatir murah, berkisar 75.000 rupiah sampai dengan 150.000 rupiah, kualitas yang diberikan sangat bagus dan begitu indah.

Selain itu di dalam gedung kesenian tersebut terdapat beberapa karya lukis yang telah jadi, dibuat dengan teknik-teknik yang beragam, mulai dari teknik cat biasa sampai dengan teknik penggabungan cat dengan beberapa benda lainnya, seperti campuran cat dan akar tanaman. Tempat itu pula akan memperlihatkan kepada anda beberapa karya lukis yang memiliki ukuran  besar, sampai yang terkecil kurang dari 2 centimeter, untuk melihatnya pun kita perlu menggunakan sebuah kaca pembesar. Bagi pelajar yang senang dengan dunia lukis bisa langsung kesana untuk belajar melukis atau sekedar bertanya tentang teknik lukis yang baik. Jadi jika anda ke Makassar dan ke Fort Rotterdam sempatkan diri anda untuk melihat keindahan lukisan yang terdapat di gedung kesenian Fort Rotterdam.(Win)

Pak Nasrul (pelukis) sedang melukis Pak Dul merupakan salah satu peserta pecinta sepeda lama asala sinjai (03/04).(foto : Edwin_Fajar Pendidikan)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.